IBU,kata inilah yang saya tulis untuk membahas tentang "Ayah". Ada pepatah bahwa "Surga di telapak kaki Ibu",karena dia yang telah melahirkan kita dengan setengah nyawanya dia pertaruhkan demi lahirnya seorang anak nan-Lucu yang diidam-idamkan. Ibu yang menyusui,menyuapi,memandikan,bahkan ketika kita ingin buang air besar/kecil di tengah malam,Ibu rela bangun dari tidurnya yang begitu nyenyak. Dan pada pagi harinya Ibu harus membereskan rumah dan mengurus kita hingga malam mendatang lagi,begitu seterusnya hingga kita mampu mengurus diri kita sendiri. Namun terkadang kita yang sudah ramaja masih manja pada Ibu kita,masih minta disuapi dan harus menuruti kemauan kita. Tak lelah sepertinya seorang ibu merawat kita.
Tapi,apa peran seorang Ayah? Mungkin yang kalian pikir "Ayah hanya mencari nafkah saja,dan kita bisa menikmatinya sesuka hati",tapi sebenarnya tidak seperti itu. AYAH,adalah sosok yang tangguh. Dia banting tulang untuk mendapatkan sesuap nasi untuk anak-anaknya serta sang istri. Dari pagi hingga malam dia bekerja tanpa kenal lelah,karena ketika bekerja dia selalu memandangi foto anaknya di telepon genggamnya,atau dia sealalu memandangi foto anaknya di sebuah kertas foto. Itu akan membuat dia semangat bekerja lagi. Memang bagi Ayah yang wiraswasta (usaha sendiri) tidak terlalu pusing memikirkan anak-anaknya di rumah karena mungkin mereka sudah memiliki tabungan untuk bekal anak-anaknya nanti. Namun bagaimana dengan Ayah yang kerja kecil-kecilan dan menjadi PNS ada kemungkinan mereka di PHK atau perusahaan mereka bangkrut dan entah akan bekerja di mana. Ayah,tanpa nya kita tak mampu tumbuh seperti sekarang,walau kini banyak single parent's di Indonesia namun saya yakin anaknya pasti akan menanyakan siapa sosok ayahnya. Pasti mereka pun ingin seperti kalian yang memiliki keluarga yang lengkap,mereka iri dan mereka ingin merasakan bagaimana belaian dari sesosok Ayah yang selama ini kita abaikan posisinya di bandingkan dengan Ibu.
Bersyukurlah kalian yang masih memiliki keluarga yang lengkap dan jangan kalian abaikan salah satu dari mereka,sayangi ayah ibu kalian. Anggaplah mereka paru-paru kalian yang tanpanya kalian tak dapat hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar